Selasa, 23 November 2010

ISLAM, PEMUDA, DAN PERBAIKAN UMMAT

Oleh : Dede Tsabitul Misyaq

Yang menjadi tantangan besar ummat saat kini, ialah belum terwujudnya risalah Islam, Ia belum menjadi rahmat bagi manusia. Oleh karena itu kita harus mengadakan koreksi total terhadap cara-cara hidup kita, baik dalam bidang ubudiyah maupun dalam bidang muamalah. Hendaklah segala penyelewengan dan kesalahan segera diperbaiki dan diluruskan kembali. Sesungguhnya semua pemeluk Islam tanpa kecuali sama-sama memikul tanggung jawab dan kewajiban moral.
Ummat Islam dilarang menjadi ummat pengekor. Tetapi ia harus menjadi pengendali. Islam tidak boleh menjadi gerobak yang hanya berjalan ketika ditarik, dengan arah yang tidak tertuju. Tetapi Islam harus menjadi lokomotif yang menarik gerobak-gerobak lainnya dengan rtenaga bes. Islam tidak condong kebarat dan ketimur, tetapi Islam tampil ketengah-tengah mengajak seluruh dunia, ras, dan bangsa untuk berkiblat kepadanya. Islamlah yang harus memimpin jalannya sejarah menuju hidup dan kehidupan yang bahagia dalam masyarakat yang madani, yang berkeadilan dan sejahtera dibawah naungan ampunan Allah.
Allah telah mengutus Rasulnya dengan membawa pimpinan dan agama kebenaran untuk Ia menangkan atas agama-agama semuanya, dan cukuplah Allah sebagai saksi atas kemenangan itu.
Islam adalah agama dakwah. Yakni agama yang harus disampaikan kepada seluruh ummat manusia, yang telah ditegskan dengan teks-teks yang jelas dalam sumber ajarannya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Ajaran-ajran Islam perlu diterapkan dalam segala bidang kehidupan manusia, dijadikan juru selamat yang hakiki di dunia dan di akhirat, menjadikan Islam sebagai nikmat dan kebanggaan manusia.
Kita yang hidup dalam abad ini tidak boleh terpesona saja dan dininabobokan oleh zaman keemasan yang lampau, tidak terpedaya oleh gemerlapnya dunia. Kita generasi harapan harus bangkit memikul tugas dan tanggung jawab Dakwh Islamiah.
Hendaklah Islam kita jadikan program hidup untuk menerapkannya menjadi akidah manusia., menjadi hukum dan kode etik dalam pergaulan hidup, dan hendaklah Islam menjadi way of life manusia. Tugas dan kewajiban yang demikian dinamakan JIHAD, perjuangan suci.
Namun , untuk meleksanakan tugas-tugas ini dibutuhkan pengorbanan yang besar, karena dakwah ini tidak hanya diusung oleh segelintir orang saja, tapi seluruh ummat Islam. Untuk itu, diperlukan semangat-semangat baru untuk mengembaliakn Izzah Islam, mengembalikan peradaban Islam yang sudah lama terkapar. Semangat-semangat baru inilah yang akan membawa lentera risalah Islamiah dan memberikan kabar gembira bagi manusia dengan keberadaannya.
Pemuda adalah tonggak utama dalam perjuangan Islam. Semangat-semangat baru inilah yang akan membawa lentera risalah Islamiah dan memberikan kabar gembira bagi manusia dengan keberadaannya. Maka dari itu tidak ada lagi waktu untuk menunda-nunda tidak layak kita ucapkan kata tidak, untuk menyelamatkan dunia yang kini dalam kondisi gundah gulana, memperbaiki sistem yang telah gagal melekukan perbaikan.
Kebangkitan suatu peradaban adalah tergantung dari generasi mudanya. Ketika suatu bangsa dipenuhi oleh pemuda yang pemalas dan lemah tidak berdaya, maka bersiap-siaplah atas keruntuhan bangsa itu. Tapi bila suatu bangsa dipenuhi oleh pemuda yang memiliki semangat yang tinggi, memiliki fikrah yang bersih, memiliki tekad yang membaja maka bangsa itu teleh menunjukkan kemenangan, telah menunjukkan ketangguhnnya kepda dunia.
”Kita adalah singa-singa Ar-rahman, yang akan menghancur binasakan musuh-musuh berbisa. Kita adalah pejuang pembela kebeneran lepaskan belenggu runtuhkan angkar murka”
Itulah salah satu lirik nasyid dari Ar-ruhul jadid yng sudah tidak asing lagi kita dengar. Pemuda adalah pejuang sejati yang akan membawa agama ini sebagai pemimpin bagi seluruh dunia.
Banyak sejarah yang telah diukir para pemuda Islam. Pada zaman Rasulullah, pemuda selalu berada dalam barisan terdepan dalam berjihad, mereka menjadi senjata utama dalam sebuah pertempuran. Mereka bagaikan bom atom yang siap memusnahkan menghancurkan, dan meluluh lantakkan musuh-musuhnya. Semangat yang dimiliki oleh para pemuda mengalahkan api yang membara, yang siap melalap kecongkakan dunia. Suara pekikakannya adalah solusi bagi dunia, pemecah masalah dunia yang akan menembus sampai angkasa
Semangat-semangat inilah yang ditunjukkan oleh bocah-bocah Palestina yang mencoba menembus hujanan peluru, yang menghadang bom rudal musuh, yang menerjang teng-teng sampai mundur untuk kejayaan islam. Tekat yang membaja telah tertanam pada diri mereka, hanya dengan tujuan mendapatkan sebuah kemenangan yang tidak pernah didapatkan pemuda-pemuda yang bobrok, yang hanya mementingkan kepentingan dunia dari pada akhiratnya.
Hanya dengan berbekal batu-batu langkah-langkah kecil, semangat-semangat membara, mereka mampu memukul mundur pasukan musuh, membuat kecut tentara-tentra lawan. Ketika mereka tidak lagi meraskan pendidikan nyaman seperti pemuda Indonesia, ketika mereka sudah tidak bisa tidur nyenyak, ketika merek tidak bisa lagi memekan makanan yng enak, tapi kenikmatan surga lebih mereka dambakan.
Mereka sudah tidak lagi bercita-cita menjadi sarjana, mereka tidak lagi bangga menjadi seorang rektor, presiden, mentri dan lain sebagainya. Tapi yang mereka banggkan adalah turut serta berjihd di jalan allah, dan syahid dijalannya.
Tidak bisakah pemuda Indonesia meniru semangat-semangat bocah palestina ? jawabannya hanya ada dalam diri pemuda Indonesia. Mereka yeng sudah tidak peduli lagi dengan masalah yang kini tengah melanda ummat, yang sudah memalingkan muka terhadap ketimpangan-ketimpangan dunia, saatnya kini untuk bangkit. Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah pelopor perubahan yang siap bertarung, yang siap melawan makar-makar durjana.
Masa untuk bersantai sudah selesai pertempuran sudah datang membangunkan kita dari tidur lelap yang panjang, kita harus raih kemenangan dari peperangan ini dengan tangan-tngan kita. Tidak ada lagi waktu untuk berpoya-poya saatnya melangkahkan kaki menuju kejayaan Islam yang sudah lama kita dambakan.
Berhenti berarti kita membirkan diri kita tergilas oleh kebiadaban. Malas berarti telah membirkan diri kita ditampar kesewenang-wenngan. Tiada kata lagi kita harus berjuang dengan segala potensi yang kita miliki walaupun mengorbankan jiwa dan raga kita. Kita harus raih kemenangan dunia dan Akhirat. Ummat menunggu kedatangan kita suara-suara kita, tangan tangan kita untuk membebasknnya dari keterpurukan.
AKANKAH KALIAN DIAM SELAMANYA ??? 


(Referensi : Risalah pergerakan, Komitmen Muslim Sejati)
Selengkapnya...

Read more...

Minggu, 21 November 2010

Izinkan Aku Mencintaimu

 Oleh : Ematul Hasanah

Ya RABB...
Izinkan aku mencintaiMu walaupun cinta ku ini tak kan sesempurna para nabiMu,tak sesempurna cinta para sufiMu,para kekasihMu
Izinkan aku merindukanMu walaupun rinduku ini tak serindu para syuhadaMu kepadaMu
Izinkan aku mencintaiMu,lewat sholat yang ku dirikan yang kadang dengan pikiran melayang ke berbagai himpitan dunia
Izinkan aku mencintaiMu,lewat sujud panjangku dalam tahajud yang tak sanggup ku penuhi setiap malam

izinkan aku mencintaiMu di setiap lantunan ayat-ayat cintaMu yang masih terbata-bata terlafaz dari bibirku
Izinkan aku mencintaiMu lewat luka yang pernah menggores di hatiku dengan memasrahkan diriku ke dalam samudra tawakal padaMu
Izinkan aku mencintaiMu lewat sepotong hati yang masih sering ku nodai dan akan ku basuh dengan cahaya keimanan kepadaMu
Izinkan aku mencintaiMu lewat cintaku pada saudaraku
Izinkan aku mencintaiMu lewat ayunan pena yang bersenandung kalamMu
Izinkan aku mencintaiMu dalam lautan rinduku padaMu
Izinkan aku mencintaiMu wahai RABB walaupun aku harus merangkak menggapai cintaMu,hingga suatu saat nanti cintaku padaMu terbalas dengan menatap wajahMu di mahligai syurga
inilah aku yang mencoba mencintaiMu,semampu ku dengan segala kelemahanku
Pada siapa lagi aku melabuhkan cintaku selain padaMu sang penggegam jiwaku
Selengkapnya...

Read more...

Jumat, 19 November 2010

Siti Hajar, Mata Air Keteladanan yang Takkan Pernah Kering

Oleh : Istiqlal Ahad Dien Ramen

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun”.

Wanita agung itu, tidak lama setelah ditinggalkan oleh suami tercintanya Ibrahim AS. Di gurun tandus yang tak bertumbuh dan tak bertuan itu. Kini hanya mereka berdua, bersama bayi merah yang baru saja dilahirkannya. Lalu tersadar! Bahwa sebentar lagi bayi merah itu hendak meminta jatahnya 9untuk disusui). Tak ada suami, tak ada orang yang bisa dimintai pertolongan, tak ada pula makanan dan minuman yang ditinggalkan bersamanya. Perempuan mulia yang baru saja melahirkan ini, lalu bangkit tertatih mencari sesuatu yang dapat mengisi perut dan menghilangkan dahaga dikerongkongannya mengejar sumber air yang semakin dikejar justru semakin menjauh karena memang hanya fatamorgana. Tapi beliau tak pernah putus harap beliau terus berlari tertatih menyeret kakinya yang semakin lama semaki berat sampai akhirnya habis sudah semua sisa-sisa tenaganya, barulah beliau bersimpuh memohon kepada Rabbnya. Lalu Alloh memberinya mata air yang mengalir dari tanah yang dipijak bayi merah itu….. Demikian, sepenggal pragmen sejarah perjuangan Ibunda Siti Hajar.
Sahabat…..Perempuan mana yang lebih agung dan mulia dari Siti Hajar? Yang semua permintaannya “pasti” Alloh kabulkan. Tetapi beliau meskipun dalam kondisi yang sulit, hamil diusia tua, lalu melahirkan dalam kondisi yang sangat beresiko, ditinggal dalam kondisi yang paling sulit ditempat yang tak ada orang dan pepohonan. Beliau tidak serta merta “bermanja-manja” kepada Tuhannya untuk dipenuhi segala kebutuhannya. Tapi justru sebaliknya, menghabiskan seluruh kemampuannya untuk bekerja dan bekerja. Tapi itulah cara Alloh menghadirkan keteladanan bagi kita. Alloh hadirkan manusia-manusia agung yang tak pernah lepas dari tantangan dan ujian yang besar. Kalaulah perempaun agung ini memasrahkan nasib diri dan bayinya kepada Alloh ketika itu tanpa usaha keras. Maka hari ini kita tidak akan menyaksikan ribuan, jutaan, bahkan milyaran manusia berlari-lairi kecil dari Safa menuju Marwa dalam ritual ibadah haji. Tetapi Bunda Hajar telah memulai, maka Alloh telah mengganti lelahnya dengan mengabadikan usahanya untuk mencari seumber mata air menjadi salah satu rukun haji saat ini. Artinya, amal yang telah beliau lakukan telah diikuti oleh bermilyar-milyar manusia sejak dulu sampai akhir zaman kelak. Maka, pahala milyaran manusia itupun tak pernah berhenti mengalir kepadanya.
Sahabat…..Mungkin Alloh tak menuntut pengorbanan sebesar itu kepada kita hari ini untuk dicatat sebagai kebaikan yang tak terbatas. Kita hanya perlu untuk memutuskan sebuah amal yang memungkinkan itu menjadi kebaikan sepanjang sejarah kehidupan kita. Rasululloh SAW pernah bersabda “ Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sodaqoh jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.”
Sahabat…..Keputusan kita untuk mengambil bagian dalam gerakan dakwa sekolah adalah keputusan yang tepat. Di sinilah medan amal kita hari, disinilah kita menyemaikan kebaikan-kebaikan itu. Tepat, karena mereka adalah gambaran masa depan. Tepat, karena mereka penentu warna di masa-masa yang akan datang. Tepat, karna merekalah yang akan mengendalikan urusan umat di etape berikutnya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bawa merekalah yang akan memperpanjang nafas kebenaran sampai waktu yang tak dapat ditentukan. Maka ketika kebenaran hidup bersama mereka yang kemudian diwariskan secara terus menerus. Itulah amal jariah, itulah ilmu yang bermanfaat yang melahir anak-anak generasi yang akan senantiasa mendoakan kita sampai Alloh menutup usia peradaban bumi.
Maka sahabatku…..Mari kita berkomitmen untuk membuat hidup yang singkat ini bermakna. Biarlah sakit kita, lelah kita, energi kita yang tak seberapa ini memperpanjang cerita kehidupan tentang keabadian kebenaran yang kita perjuangkan!
Selamat berjuang sahabatku!!!

Memoar Ka. Iqro’ Club NTB
Selengkapnya...

Read more...

Kamis, 18 November 2010

Iqro’ Club Melahirkan Pahlawan Baru Indonesia

 Oleh : Dede Tsabitul Misyaq

Minggu, 24 Oktober 2010, Iqro’ Club Lombok Tengah mengadakan Training Pelajar Siswa SMA Se-Lombok tengah. Acara ini berlangsung dengan meriah. Lebih dari 600 pelajar hadir dalam acara tersebut. Acara yang bertemakan Be Amazing Young Generation ini bertujuan untuk memotivasi pelajar untuk menjadi lebih baik. Menurut ketua panitia Dede Tsabitul dalam sambutannya, acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 oktober nanti. Oleh karena itu, acara ini diharapkan bisa membangkitkan semangat jiwa kepahlawanan bagi para pelajar, katanya.
Acara ini berlangsung di Gedung MUI Lombok tengah dan dibuka langsung oleh Bupati Lombok Tengah. Dalam sambutannya, Junaidi Nadjamuddin mengatakan bahwa generasi muda saat ini adalah harapan yang akan memperbaiki bangsa yang saat ini memprihatinkan. Dia menghimbau, supaya acara seperti ini rutin dilakukan untuk pencerahan para generasi muda.

Acara ini diikuti dengan antusias dan semangat oleh para peserta. Beberapa dari peserta mengajukan pertanyaan seputar bagaimana belajar efektif. dan menjadi orang sukses. Acara ini menghadirkan Trainer Mujahidin, S.Pd. Panitia juga membagi-bagikan sejumlah Door Prize barupa Buku, diary, dan beberapa souvenir kepada para peserta.

Dengan disuguhkan hiburan nasyid di sela-sela acara, para peserta semakin bersemangat dan terkesan dengan kegiatan tersebut. Seoarang peserta Dodi Saputra dari MAN 1 Praya mengatakan “Kami sangat menikmati acara ini. Tidak monoton dan tidak membosankan. Apalagi ditambah dengan penampilan pembawa acara dan pemateri yang sangat bersahabat dengan kami”

“kegiatan ini akan rutin kita laksanakan sebagai program kerja Iqro’ Club. Dan untuk acara berikutnya, kita akan adakan dengan bentuk acara yang lebih besar dan dengan jumlah peserta yang lebih banyak dari saat ini” kata Zaenuddin Efendi selaku ketua Iqra’ Club Lombok tengah
Selengkapnya...

Read more...

AIR MATA CINTA

 Oleh : Dede Tsabitul Misyaq

Air mata cinta itu jatuh mengalir, menganak sungai, membentuk guliran-guliran bening ketika kepala berada di tempat terendah. Bahkan lebih rendah dari Dubur sekalipun. Sujud menghamba dengan penuh kesadaran. Berserah diri dengan serendah-rendahnya. Mengabdi dengan sehina-hinanya. Menghiba dengan sefakir-fakirnya. Begitulah manusia yang sadar akan dirinya sebagai hamba.
Kehinaan di dunia akan menjadi kehormatan ketika kita berserah kepadaNya. Kefakiran di dunia akan menjadi sebuah kekayaan ketika kita mengabdi kepadaNya. Keangkuhan di dunia menjadi ketidak berdayaan ketika berada di hadapanNya. Semua predikat yang menggambarkan kedudukan tinggi kita di dunia menjadi tidak berguna.
Tidak ada yang berharga selain keimanan yang suci. Tidak ada yang penting selain ibadah kepadaNya. Keangkuhan menjadi ketidakberdayaan ketika berhadapan denganNya. Diri menjadi sebongkah tanah tak berharga.
Selalu ada ketulusan yang menjadi arus air mata cinta itu. Selalu ada keikhlasan dalam hati-hati tunduk. Seperti inilah para salafusshalih menggapai puncak keimanan tertinggi. Menjadi hamba yang penuh ketundukan dan pengabdian. Dari sinilah mereka mendapatkan energi dan semangat untuk hidup. Tidak takut akan rintangan yang datang membadai. Tidak pernah gentar dengan ujian yang datang menghempas. Karena mereka selalu sadar dan yakin, bahwa ketika Allah menciptakan ujian dan cobaan, maka Allahpun pasti menciptakan kenikmatan dan kebahagiaan.
Air mata cinta selalu menghadirkan kesetiaan. Ikrar kesetiaan untuk berkorban. Ikrar yang tewajantahkan dalam sebuah perjuangan yang mendatangkan kemenangan. Kesetiaan yang mengantarkan jiwa-jiwa pengabdi menjadi pelaku sejarah dalam membangun peradaban mulia Al-Islam. Menjadikannya orang-orang yang tidak rela hanya duduk mematung tanpa ada konstribusi amal dalam perjuangan suci.
Air mata cinta itu selalu melahirkan optimisme dalam bekerja. Ada keyakinan yang membaja dalam bertindak. Sehingga apa yang mereka kerjakan selalu diawali dengan ketulusan. Mengharap keridhaan dan keberkahan dari Sang Penguasa tujuannya. Kegagalan bukanlah menjadi sebuah isyarat untuk mereka berhenti berjuang. Mereka akan terus berjuang sampai mereka mendapatkan sebuah kebahagiaan dan kemenangan.
Air mata cinta, menglir dari mata seorang perkasa Umar bin Khattab ketika mendengarkan surat cinta dari Rabbnya. Sang singa padang pasir itu kini hanya menjadi manusia yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dihadapanNya. Keperkasaan dan keangkuhan yang selama ini menguasai dirinya, berubah menjadi kelemah lembutan dan ketundukan jiwa. Kesombongan yang selama ini mengungkungnya, telah hancur berguguran dihantam badai keimanan.
Air mata Cinta, hanya akan dialirkan oleh mata-mata yang penuh kekhusukan. Ia hanya akan bisa dialirkan oleh mata yang memiliki tatapan cinta yang kuat. Bukan mata dengan tatapan liar.
Menangislah saudaraku. Menangislah. Karena sesungguhnya tangisan kita bukanlah tanda kehinaan dan kelemahan di dunia. Tapi tangisan kita menandakan bahawa kita adalah orang-orang yang kuat. Kita adalah manusia-manusia yang akan siap menjalani hidup. Walau dengan ujian dan rintangan yang bertubi sekalipun. Karena keyakinan bahwa Allah Sang Pengatur kehidupan akan selalu bersama kita. Ia telah menetapkan kehidupan untuk kita. Ia telah menentukan jalan dan arah langkah kita. Keyakinan inilah yang melahirkan ketidak ragu-raguan dalam menapaki hidup.
Menangislah atas nama cinta. Cinta kepada Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Bukankah seorang pecinta akan selalu menangis ketika curhat kepada sang kekasih ? Bukankah seorang rakyat akan selalu merengek dan bersimpuh ketika ia meminta sesuatu yang ia butuhkan kepada rajanya ? Kalau demikian, lalu apa yang membuat kita malu untuk menagis dihadapan Sang Maha Perkasa ?
Bukankah Allah telah berjanji dalam Ayat sucinya, bahwa cinta kita kepadaNya pasti terbalas ?
“.................Dia mencintai mereka dan merekapun mencintainya, bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa-siapa yang dikehendaki. Dan Allah Mahaluas pemberianNya, Maha Mengetahui” (Al-Maidah : 54)
Lalu siapakah yang paling menepati janji selain Allah ?
Selengkapnya...

Read more...

DI PENGHUJUNG PERJUANGAN

Oleh : Dede Tsabitul Misyaq

Berjuang di jalan kebenaran, berjihad dengan bersungguh-sungguh secara terus-menerus, tanpa kenal lelah dan mengeluh, ibarat seorang yang sedang berjalan melewati gunung dan hutan. Hingga akhirnya sampailah ia ke tempat tujuan. Tempat indah yang menjadi impiannya. Tempat tujuan yang menjadikan semangat dalam dirinya hidup. Yang selalu menciptakan optimisme dalam setiap langkah dan perjuangannya. Walaupun jarak yang dilaluinya jauh dan berliku. Ataupun banyak duri dan bebatuan tajam yang menghalangi. Meskipun rasa sakit menjamah tubuhnya.
Perjalanan jauh hanya bisa dilakukan dengan kesabaran dan kewaspadaan. Walaupun langkah tertatih dan kaki terasa tidak mampu lagi untuk berjalan. Tapi tertatihnya langkah bukan berarti menghentikan kaki kita untuk terus menapak.

Seperti para pendaki gunung. Mereka senantiasa akan terus berjalan sampai ia menaklukkan hambatan dan rintangan di sepanjang jalan yang mereka telusuri. Mereka diterpa rasa haus. Mereka dihantui kegelapan. Bahkan tidak jarang, banyak hewan buas yang siap memangsa mereka. Alhasil, setelah mereka sampai puncak, kelelahan dan keletihan yang melanda tubuh menjadi tiada terasa. walaupun mereka disambut dengan suhu dingin yang menggigit. Ada bahagia yang datang menggantikan lelah. Ada senyuman menghiasi wajah menggantikan keluh.
Selamanya, tidak akan pernah sama orang-orang yang berjuang dengan orang-orng yang hanya duduk berdiam diri saja. Kebahagiaan dan senyuman hanya bisa dirasakan oleh mereka yang bersungguh-sungguh dalam berjuang. Tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang setengah-setengah dalam berjuang. Tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang banyak mengeluh apalagi mereka yang tidak pernah merasakan perjuangan.
Tapi tentu keteguhan dan konsistensi tidak mudah dilakukan. Siapapun yang ingin konsistensi menuju sebuah tujuan besar, pasti harus melewati berbagai penderitaan, kesulitan, dan keadaan yang tidak disukai. Bahkan walaupun kesulitan dan keadaan yang dihadapi, mengancam jiwa. Tanpa konsistensi, tanpa optimisme, tanpa kesungguhan, target dari suatu tujuan yang ingin diraih, tidak akan berhasil.
Selengkapnya...

Read more...

JERITAN BOCAH PALESTINA

Ayah...!!! Kata mereka kau penjahat
Walau sebenarnya kau bukanlah penjahat
Ayah...!!! Mengapa mereka jauhkan akau darimu
Mereka menangkapmu, tanpa memberi kesempatan untuk menciumku
atau mengusap air mata ibu
Ibu...!!! Aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi
Apakah Palestina tidak berhak diberikan pengorbanan ?
Setiap hari aku bertanya pada matahari
Ibu, apakah ayah akan kembali pada suatu hari
Ataukah ia akan pergi selamanya hingga akhir Qiyamat
tanpa dapat mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari

Wahai ayah, dimanakah engkau ?
Ooohh... Bayi-bayi yang terjajah
hari raya demi hari raya silih berganti
dan bayi-bayi terus terlahir
Dan para syuhada berguguran silih berganti
Tapi ayah masih dibelenggu di balik jeruji besi
Dalam sel sempit yang bahkan tak layak dihuni Budak
Kapan hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara itu ?
Malulah kalian..........!!!
Malulah kalian..........!!!
Aku ingin ayah pulang....!!!
Aku ingin ayah pulang....!!!
(dari film Palestina)
Selengkapnya...

Read more...

UNTUKMU PEMUDA

Pemuda adalah Ibrahim
Yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan
keseimbangan sang tiran
Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
kebenaran dibalik rahasia alam semesta
Yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
Yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara yang tidak bertuan
Yang kecintaan pada rabb-nya mengalahkan segala sesuatu
Merelakan semua kemahalan pengorbanan
Pemuda adalah musa
Yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
Yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
Yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
Yang dengan ketegasannya menciptakan sistim kepemimpinan
di tengah kaum yang terpecah belah

Pemuda adalah Isa
Yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
Yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
Yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari
kegelapan paradigma materialis
Yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan

Pemuda adalah Muhammad
Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan
Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah
untuk kemudian
membangun ketinggian hakikat peradaban kemanusiaan
Yang kecintaan pada rabb-nya membuatnya tak peduli
apapun yang menimpanya
Yang ketinggian akhlaknya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
Yang kecintaan pada ummatnya membuatnya tak tenang istirahat
Yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya
Dari obsesi gemilang materi
Yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

Pemuda,
Dipundakmu lah tertumpu berjuta harapan
Di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
Di tanganmu lah terlatak penyelesaian permasalahan ummat
Di matamu sinar kan menguak kegelapan
Di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
Peradaban kemanusia

Pemuda,
Raihlah ketinggian
Gapailah kemuliaan
Temukan hakikat kebahagian
Tegarkan dirimu menghadai badai
Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
Menembus batas birunya langit
Karena disanalah akan engkau temui
Rabb-mu yang maha tinggi
Selengkapnya...

Read more...

Rabu, 17 November 2010

Serial SMS Taujih

26 Januari 2009
Malam nan sunyi memberi keteduhan
Angin malam datang memberi kesejukan
Mimpi indah memberi ketenangan
Cahaya mentari seolah memberi harapan
Fajar datang menyingsing melikiskan angan dan cita-cita
Ku tahu hakikat hidup ini adalah perjuangan
Ada asa dan harapan selalu mengiringi
Ku tahu kebahagiaan itu adalah kebersamaan
Ya Rabb ajarilah kami hakikat perjuangan ini
Perjuangan di jalanMu dan kebersamaan di jalanMu
(081933947.....)
25 Januari 2009
Allah tak pernah janjikan langit selalu biru,
Jalan hidup tanpa batu,
Matahari tanpa hujan,
Kbahagiaan tanpa kesedihan,
Sukses tanpa perjuangan.
Tapi allah janjikan kekuatan dari kelemahan
Dia berikan cahaya untuk terangi kegelapan
Dia berikan rahmatNya dari segala ujian
Dia memberikan pertolongan untuk segala kesusahan
(081933947.....)

25 Januari 2009
Seindah pelangi di senja hari
Sebening embun di pagi hari
Seelok syair menyentuh hati
Setulus hati aku ucapkan SELAMAT PAGI
(085299559.....)

23 Januari, 2009
Hanya orang yang berenang melawan aruslah
Yang akan menemukan mata air (the challenge)
(081933947.....)

20 Januari, 2009
Hiasilah pagimu dengansenyuman
Karena senyuman dapat memberikan warna dalam kehidupan
Dengan tersenyum hati bahagia
Dengan tersenyum, orangpun akan tersenyum padamu
So, keep smile
(085245554.....)

19 Januari, 2009
Membuka pagi tidak hanya membuka jendela
Membuka pagi tidak cukup dengan membuka mata
Agar hidup lebih bermakna,
Cobalah membuka pagi dengan hati yang indah dan senyum ceria
Selamat Pagi ^_^
(085245554.....)

18 Januari, 2009
Jika dakwah ibarat pohon, ada saja daun-daun yang berjatuhan
Tapi pohon dakwah itu tidak pernah kehabisan cara untuk menumbuhkan tunas-tunas barunya
Sementara daun-daun yang berguguran tak lebih akan menjadi sampah dalam sejarah
Jangan pernah menyalahkan jalan ini
Jangan menyerah karena lelah atau lemah
Biarlah lemah mengejarmu sampai lelah
Tetap istiqomah
Semoga beratnya amanah menjadi satu titian menuju Syurga Allah
(085299295.....)

17 Januari 2009 (outbox)
Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini.
Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian.
Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih
kesuksesan.
Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepa
n dalam perjuangan ini.



16 Januari, 2009
Orang beriman selalu punya ciri sendiri dalam menata hatinya
Saat mendapatkan kesulitan ia tetap ceria
Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin kalut dan jenuh
Tapi tidak dengan hatinya yang selalu yakin
Bahwa semua itu karena Allah masih sayang padany
(085242736.....)

15 Januari, 2009 (outbox)
Sesungguhnya fitnah/ujian dengan segala bentuknya
Akan menyingkap hakikat dan menyaring kualitas para rijal dakwah
Mereka yang ikhlas akan tersaring dari mereka yang masih memiliki kemunafikan dalam berjuang
Ingat, fitnah itu sma saja, baik fitnah dalam kenikmatan atau kesulitan
Melalui iman itulah tabiat iman seorang dapat dilihat

13 Januari, 2009
Perkataan yang indah adalah ALLAH
Lagu yang merdu adalah ADZAN
Media yang terbaik adalah AL-QUR’AN
Senam yang sehat adalah SHALAT
Diet yang sempurna adalah PUASA
Kebersihan yang menyegarkan adalah WUDHU
Perjalanan yang indah adalah HAJI
Khayalan yang terbaik adalah ingat DOSA dan TAUBAT
(081917049.....)

13 Januari, 2009
Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi
Semangat juang yang tak pernah pudar
Ajaran yanmg mereka bawa bertahan melebihi usia mereka
Boleh jadi usia mujahid yang membawa misi dakwah tersebut tidak panjang
Tetapi cita-cita, semangat, dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka
(Ust. Rahmat Abdullah)
(085255830.....)

12 Januari, 2009
Aku tidak berharap jadi orang yang terpenting dalam hidupmu
Karena itu permintaan yang terlalu besar
Aku Cuma berharap suatu hari nanti
Ketika kau mendengar namaku
Kamu akan tersenyum dan bilang
“Dia Sahabatku”
(087832498.....)

31 Desember 2008 (outbox)
Bagaikan terpaan mentari, cinta menyinari gelapnya hati
Bagaikan hempasan ombak, cinta menyirami tandusnya iman
Bagaikan desiran angin,cinta membelai lembut kerasnya jiwa
Bagaikan kobaran api, cinta melahap kelemahan dan kesadaran diri
Cinta bisa mengubahku menjadi cairan yang tenang
Seandainya akau adalah batu yang keras

29 Desember 2008 (outbox)
Secangkir cinta kau suguhkan untukku
Sehangat kopi di pagi hari, mengalahkan dinginnya musim penghujan
Menjuntai meraih langit-langit mulut
Merangseng menerobos ruas-ruas leher
Menyapu pita suara
Bisu !!!
Mengalir menyusuri urat kepala
Membuat pahatan tak beraturan
Pusing !!!
Hanya manisnya madu murni yang bisa menghentikannya

29 Desember, 2008
Subhanallah, yang singkat itu WAKTU
Yang dekat itu MATI
Yang besar itu NAFSU
Yang berat itu AMANAH
Yang sulit itu IKHLAS
Yang mudah itu BERBUAT DOSA
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN
Dan yang terindah itu NASIHAT yang menyejukkan Hati
(085292379.....)

29 Desember, 2008 (outbox)
Ketika kau pergi, kau tinggalkan akau dalam diam
Yang lebih sepi dari sekedar bisunya suara
Dalam hening yang lebih sunyi dari sekedar kosongnya kehampaan
Sejak itu akau bergulat memcahkan kebisuan yang mengakar menjadi pohon rindu
Sementara dahan-dahannya terus mengikatku
Aku dikenyangkan buah bernama gelisah

29 Desember, 2008 (outbox)
Cinta menggeliat dari tidurnya ketika surya kerinduan menghangatkannya
Meraba hati untuk dipeluk
Membelai lembut halus kenyamanan
Menyatu membentuk khayalan-khayalan indah
Bak kecipak aliran air ditengah taman yang indah

29 Desember, 2008 (outbox)
Ketika sedih menyelimuti cinta, keikhlasan menemani dengan suatu kesungguhan yang termaklumi
Menyayangi, mengasihi, dan menenterami kegalauan cinta akan sebuah makna kehidupan terdzalimi
Air nata cinta tergerai ketika keikhlasan mengatakan I LOVE YOU
Sebuah penghargaan akan kesetiaan, pengorbanan yang terlahir untuk cinta sejati
Sebuah perjalanan yang tak kan berakhir karena sebuah tapak akan kejujuran dan kasih sayang telah terpatri dalam alunan langkah cinta dan keikhlasan dalam menerawangi warna-warni kehidupan

27 Desember,2008 (outbox)
Semakin lama, cinta terasa semakin dekat denganku
Semakin akrab, semakin bersahabat.
Ia merangkulku dengan tangan gemulai
Menatapku dengan tatapan pelangi
Memanggilku dengan sapaan menggetarkan
Dan ia berkata “Kasih, akan kusuguhkan padamu madu murni, madu keindahan, dan madu kedamaian”

26 Desember,2008 (outbox)
Apa kabar cinta ?
Usia memang meninggalkan jejak pada diriku
Tapi semoga iman di dada, bisa menjadikan cahaya dalam diriku
Percayalah, tidak ada yang berubah dalam hari-hariku
Aku masih muslim (ikhwan) yang sama
Tidak ada yang berubah
Semoga seperti pecinta tangguh, aku bisa memperoleh kekuatan energi dan kesabaran
Hingga cintaku menyapa suatu hari

18 Desember,2008 (outbox)
Cinta bisa menjadikan seorang yang lemah menjadi kuat
Cinta bisa menjadikan seorang pengecut menjadi pahlawan
Cinta bisa menjadikan seorang yang tertindas menjadi pemberontak
Bahkan cinta bisa menjadikan seorang pemimpin menjadi pelayan sekalipun
Begitulah ketika cinta telah bekerja dalam diri
Ia mampu merubah ketidakyakinan menjadi keyakinan yang membaja

18 Desember,2008
Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok
Dan kenyataan hari ini adalah mimpi yang kemarin (Hasan Al Banna)
(085242254.....)

18 Desember,2008 (outbox)
Cinta hakiki hanya bisa dimiliki oleh mereka yang mempunyai kepribadian yang kuat
Sedang mereka yang lemah, hanya akan menjadi pecinta yang bermain dengan kesemuan
Cinta akan tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan berbuah dengan akar yang kokoh menghujam, apabila disirami dengan mata air keikhlasan, keyakinan, kesungguhan dan keberanian.

10 Desember, 2008
Barang siapa menunjuk kepada petunjuk Allah,
Mak ia akan mendapatkan pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya,
Tanpa dikurangi sedikitpun oleh pahala mereka (HR. Muslim)
(08991510.....)

17 November, 2008
Sesungguhnya besar kecilnya pahala tergantung besar kecil cobaan
Dan kalau Allah sayang pada salah satu kaum ia senantiasa mengirim cobaan
Maka barang siapa rela menerima cobaan itu berarti ia mendapat Ridha Allah
Tapi barang siapa marah, berarti ia mendapat murka Allah (HR Bukhari dan Muslim)
(085937010.....)

15 November 2008
Hidup sangat indah jika segalanya karena Allah
Dalam sakit teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan
(085255830.....)

14 November, 2008
Mentari beranjak datang, malam berganti, siang menjelang
Semoga langkah kita selalu dalam indahnya iman, indahnya Islam, dan indahnya ukhuwah
Selamat berjuang di harimu saudaraku
(081917001.....)

14 November, 2008
Harta dalam hidup seperti Cos 90 = 0 (tak berharga
Sedangkan hidup seperti Sin 90 = 1 (hanya sekali)
Tapi punya sahabat sepertimu adalah tan 90 = tak terhingga (nilainya)
(081808794.....)

13 November, 2008
Untukmu ! semoga Allah Sang Pengasih mencurahkan sayangnya yang tak terkira
Melindungimu, menjagamu, menemani setiap gerakmu
Membentangkan cintanya yang Maha luas
Untukmu ! Allah bersamamu.
(085299559.....)

10 November, 2008
Ketika cinta singgah di relung hati
Ukirlah dan rasakanlah arti cinta yang sesungguhnya
Jangan biarkan pudar hanya dengan setitik kebencian
Cinta adalah persahabatan
Dan bila persahabatan terjalin erat, maka cinta begitu luas artinya
Cinta tanpa persahabatan bagaikan syair tanpa alunan nada
Maka jagalah citra cinta di atas nilai cinta yang suci
(081917463.....)


07 November, 2008
Kepadamu kukirimkan salam terindah
Salam sejahtera para penghuni syurga
Salam yang harumnya melebihi misik
Sejuknya melebihi embun pagi
Salam yang hangat, sehangat matahari di waktu Duha
Salam yang suci, sesuci telaga kautsar
Salam persaudaraan yang tidak akan pudar di segala musim
Kapadamu saudaraku
(085937010.....)

03 November, 2009
Allah memberikan ganjaran sebesar-besarnya dan derajat setinggi-tingginya
Bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujiandakwah
Jika cobaan yang diberikan Allah hanya yang biasa-biasa saja
Tentu kita tidak akan mendapatkan ganjaran yang hebat
Disitulah letak hikmahnya, bagi kader-kader dakwah agar bekerja dengan sungguh-sungguh
Dan sabar di jalan dakwah ini
Maka perjuangan ini tidak boleh ditempuh dengan ketidaksungguhan (KH. Rahmat Abdullah)
(085299295.....)

22 Oktober, 2008
Ketika wajah ini penet memikirkan dunia, maka berwudhulah
Karena tangan ini letih menggapai cita-cita, maka bertakbirlah
Ketika pundak tak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah
Ikhlaskan semua dan mendekatlah padaNya
Agar tunduk disaat yang lain angkuh
Agar teguh disaat yang lain runtuh
Agar tegar disaat yang lain terlempar
(085242254.....)

15 Oktober, 2008
Teman yang baik adalah saudara yang tulus mendoakan dan mengingatkanmu pada Allah
Dia yang mengenal dirimu dan senantiasa menjaga ukhuwah
Memberikan ketenangan saat bersamanya
Ada inspirasi amal shaleh saat memandangnya
Dalam diamnya ia mendoakan
Dalam senyumnya ia menenangkan
Dalam tawanya ia menumbuhkan keceriaan
Dalam rengkuhannya ia menghadirkan semangat
Dan dalam nasihatnya ia bangkitkan kerinduan
Sudahkah kamu temukan teman itu ?
(085242254.....)
Selengkapnya...

Read more...

Air Mata Cinta

Air mata cinta itu jatuh mengalir, menganak sungai, membentuk guliran-guliran bening ketika kepala berada di tempat terendah. Bahkan lebih rendah dari Dubur sekalipun. Sujud menghamba dengan penuh kesadaran. Berserah diri dengan serendah-rendahnya. Mengabdi dengan sehina-hinanya. Menghiba dengan sefakir-fakirnya. Begitulah manusia yang sadar akan dirinya sebagai hamba.
Kehinaan di dunia akan menjadi kehormatan ketika kita berserah kepadaNya. Kefakiran di dunia akan menjadi sebuah kekayaan ketika kita mengabdi kepadaNya. Keangkuhan di dunia menjadi ketidak berdayaan ketika berada di hadapanNya. Semua predikat yang menggambarkan kedudukan tinggi kita di dunia menjadi tidak berguna.

Tidak ada yang berharga selain keimanan yang suci. Tidak ada yang penting selain ibadah kepadaNya. Keangkuhan menjadi ketidakberdayaan ketika berhadapan denganNya. Diri menjadi sebongkah tanah tak berharga.
Selalu ada ketulusan yang menjadi arus air mata cinta itu. Selalu ada keikhlasan dalam hati-hati tunduk. Seperti inilah para salafusshalih menggapai puncak keimanan tertinggi. Menjadi hamba yang penuh ketundukan dan pengabdian. Dari sinilah mereka mendapatkan energi dan semangat untuk hidup. Tidak takut akan rintangan yang datang membadai. Tidak pernah gentar dengan ujian yang datang menghempas. Karena mereka selalu sadar dan yakin, bahwa ketika Allah menciptakan ujian dan cobaan, maka Allahpun pasti menciptakan kenikmatan dan kebahagiaan.
Air mata cinta selalu menghadirkan kesetiaan. Ikrar kesetiaan untuk berkorban. Ikrar yang tewajantahkan dalam sebuah perjuangan yang mendatangkan kemenangan. Kesetiaan yang mengantarkan jiwa-jiwa pengabdi menjadi pelaku sejarah dalam membangun peradaban mulia Al-Islam. Menjadikannya orang-orang yang tidak rela hanya duduk mematung tanpa ada konstribusi amal dalam perjuangan suci.
Air mata cinta itu selalu melahirkan optimisme dalam bekerja. Ada keyakinan yang membaja dalam bertindak. Sehingga apa yang mereka kerjakan selalu diawali dengan ketulusan. Mengharap keridhaan dan keberkahan dari Sang Penguasa tujuannya. Kegagalan bukanlah menjadi sebuah isyarat untuk mereka berhenti berjuang. Mereka akan terus berjuang sampai mereka mendapatkan sebuah kebahagiaan dan kemenangan.
Air mata cinta, menglir dari mata seorang perkasa Umar bin Khattab ketika mendengarkan surat cinta dari Rabbnya. Sang singa padang pasir itu kini hanya menjadi manusia yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dihadapanNya. Keperkasaan dan keangkuhan yang selama ini menguasai dirinya, berubah menjadi kelemah lembutan dan ketundukan jiwa. Kesombongan yang selama ini mengungkungnya, telah hancur berguguran dihantam badai keimanan.
Air mata Cinta, hanya akan dialirkan oleh mata-mata yang penuh kekhusukan. Ia hanya akan bisa dialirkan oleh mata yang memiliki tatapan cinta yang kuat. Bukan mata dengan tatapan liar.
Menangislah saudaraku. Menangislah. Karena sesungguhnya tangisan kita bukanlah tanda kehinaan dan kelemahan di dunia. Tapi tangisan kita menandakan bahawa kita adalah orang-orang yang kuat. Kita adalah manusia-manusia yang akan siap menjalani hidup. Walau dengan ujian dan rintangan yang bertubi sekalipun. Karena keyakinan bahwa Allah Sang Pengatur kehidupan akan selalu bersama kita. Ia telah menetapkan kehidupan untuk kita. Ia telah menentukan jalan dan arah langkah kita. Keyakinan inilah yang melahirkan ketidak ragu-raguan dalam menapaki hidup.
Menangislah atas nama cinta. Cinta kepada Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Bukankah seorang pecinta akan selalu menangis ketika curhat kepada sang kekasih ? Bukankah seorang rakyat akan selalu merengek dan bersimpuh ketika ia meminta sesuatu yang ia butuhkan kepada rajanya ? Kalau demikian, lalu apa yang membuat kita malu untuk menagis dihadapan Sang Maha Perkasa ?
Bukankah Allah telah berjanji dalam Ayat sucinya, bahwa cinta kita kepadaNya pasti terbalas ?
“.................Dia mencintai mereka dan merekapun mencintainya, bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa-siapa yang dikehendaki. Dan Allah Mahaluas pemberianNya, Maha Mengetahui” (Al-Maidah : 54)
Lalu siapakah yang paling menepati janji selain Allah ?
Selengkapnya...

Read more...

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP